Fungsi dan Kegunaan Kayu Jati
Wikipedia.org
Kayu
jati mengandung semacam minyak dan endapan di dalam sel-sel kayunya,
sehingga dapat awet digunakan di tempat terbuka meski tanpa divernis;
apalagi bila dipakai di bawah naungan atap.
Jati sejak lama digunakan
sebagai bahan baku pembuatan kapal laut, termasuk kapal-kapal VOC yang
melayari samudera di abad ke-17. Juga dalam konstruksi berat seperti
jembatan dan bantalan rel.
Di dalam rumah, selain
dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture, kayu jati digunakan pula
dalam struktur bangunan. Rumah-rumah tradisional Jawa, seperti rumah
joglo Jawa Tengah, menggunakan kayu jati di hampir semua bagiannya:
tiang-tiang, rangka atap, hingga ke dinding-dinding berukir.
Dalam industri kayu sekarang,
jati diolah menjadi venir (veneer) untuk melapisi wajah kayu lapis
mahal; serta dijadikan keping-keping parket (parquet) penutup lantai.
Selain itu juga diekspor ke mancanegara dalam bentuk furniture
luar-rumah.
Ranting-ranting jati yang tak
lagi dapat dimanfaatkan untuk mebel, dimanfaatkan sebagai kayu bakar
kelas satu. Kayu jati menghasilkan panas yang tinggi, sehingga dulu
digunakan sebagai bahan bakar lokomotif uap.
Sebagian besar kebutuhan kayu jati dunia dipasok oleh Indonesia dan Myanmar.